Setitik rindu
Rindu terkadang membuat repot, karena semua rindu tak selamanya bisa terobati. Ridu bisa jadi penyakit jika rindu itu tidak bisa di obati. Rindu juga bisa membuat kita terus berjuang untuk mengobati. Lain halnya kalau rindu pada sesuati yang tentu saja sudah tak dapat di capai. Yahhhhh..... rindu hanya akan sebatas rindu jika tak mau berusaha untuk mendapatkannya. terus berjuang dan berusaha mendapatkanya pun akan menjadi sia-sia apabila hal yang di rindukan tersebut hanyalah isapan jempul semata.
Aku juga tak bisa memaksakan riidu tersebut, rindulah yang membuatku kuat dalam menjalani hubungan ini tapi tak jarang rindu membuatku bagai lapisan tipis es yang siap hancur kapanpun walau hanya dengan sentuhan lembut saja.
Rindu memang selalu buat repot saja, tapi tanpa rindupun rasanya tak seperti sayur tanpa garam. Rindu jadi serba salah. Akupun sebenarnya bingung untuk siapa rinduku ini ku utarakan, kalau ibarat kata seperti bercermin di atas air keruh, gak jelas apa yang dilihat dan apa yang di lihatkan semuanya sekeruh rindu ini.
Aku selalu bertanya pada diriku sendiri, "apa sebenarnya aku ini pantas untuk merindu atau bahkan dirindukan ?" aku masih belum bisa menjawabnya.
Tapi walaupun begitu, aku yakin suatu saat nanti akan ada orang yang siap aku rindukan dan membalas rinduku kepadanya . yaaaahhhh walau sebenarnya hanya setitik rindu aku sudah senang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar