Kamis, 16 Mei 2013

Setitik rindu

Rindu terkadang membuat repot, karena semua rindu tak selamanya bisa terobati. Ridu bisa jadi penyakit jika rindu itu tidak bisa di obati. Rindu juga bisa membuat kita terus berjuang untuk mengobati. Lain halnya kalau rindu pada sesuati yang tentu saja sudah tak dapat di capai. Yahhhhh..... rindu hanya akan sebatas rindu jika tak mau berusaha untuk mendapatkannya. terus berjuang dan berusaha mendapatkanya pun akan menjadi sia-sia apabila hal yang di rindukan tersebut hanyalah isapan jempul semata.
Aku juga tak bisa memaksakan riidu tersebut, rindulah yang membuatku kuat dalam menjalani hubungan ini tapi tak jarang rindu membuatku bagai lapisan tipis es yang siap hancur kapanpun walau hanya dengan sentuhan lembut saja.
Rindu memang selalu buat repot saja, tapi tanpa rindupun rasanya tak seperti sayur tanpa garam. Rindu jadi serba salah. Akupun sebenarnya bingung untuk siapa rinduku ini ku utarakan, kalau ibarat kata seperti bercermin di atas air keruh, gak jelas apa yang dilihat dan apa yang di lihatkan semuanya sekeruh rindu ini.
Aku selalu bertanya pada diriku sendiri, "apa sebenarnya aku ini pantas untuk merindu atau bahkan dirindukan ?" aku masih belum bisa menjawabnya.
Tapi walaupun begitu, aku yakin suatu saat nanti akan ada orang yang siap aku rindukan dan membalas rinduku kepadanya . yaaaahhhh walau sebenarnya hanya setitik rindu aku sudah senang.

Senin, 11 Februari 2013

Secercah Cahaya

Aku berjalan menyusuri sebuah jalan yang asing buatku
Aku tidak tau, aku  ada di mana sekarang
Kulihat sekelilingku, aku hanya melihat hamparan padang kosong
Yang hanya ada sekelebat gundukan tanah dan
Sesekali angin menerpa tubuh yang rapuh ini
Terus berjalan menyusuri jalan yang bahkan aku tak tau tempat macam apa ini
Sampai akhirnya aku melihat sebuah titik cahaya yang menyita perhatianku
Cahaya yang memberikanku kehangatan,
Cahaya yang membuatku merasa tenang untuk sesaat
Cahaya yang selalu kurindukan disetiap langkahku
Ya, cahaya itu adalah ibu
Ibu yang selalu ada buatku, ibu yang selalu membuatku merasa tenang
Ibu yang membuatku menemukanku sebuah jalan keluar
Dari setiap masalah yang menderuku
Aku rindu cahaya itu,
Aku rindu ketika cahaya itu mulai membuatku melayang dalam kehangatan cintanya
Dimana aku bisa menemukan cahaya seperti itu
Dalam langkahku aku selalu berharap cahaya itu selalu ada buatku
Selalu ada untuk menerangiku disetiap aku merasa kegelapan yang menyelimuti
Aku akan terus berjalan walau tubuh ini mulai rapuh
Rapuh termakan usia yang kian hari kian menggerogoti tubuh ini
Aku akan terus mencari walau hanya ada secercah cahaya untukku
Secercah cahaya yang selalu kurindukan disetiap langkahku
Kaki ini akan terus melangkah aku rindu cahaya itu, aku rindu ibuku

Cinta Dalam Hati

Malam kian larut menyapa gelapnya malam mendera jiwa
Tersiksa hati yang bergelora dalam raga
Seraut wajah kini menjelma manis dan indah terbayang
Membawa pergi jauh kenangan 
Dalam hati masih terukir sayang
Yang merasakah cinta dalam hati untukmu sayang
Waktu kian menjauh berlalu sepi
Rindu terukir atas di setiap nafasku
Sayang sang waktu bukan milikku
Cinta kasihmu hanya mimpi terbuai rasa tersimpan dihati
Tak terasa air mengalami disudut pipi rasa tersimpan di hati
Rasa terindah untuk yang terkasihi
Walaupun rasa ini cuma cinta dalam hati